PROSESI GUMI SASAK
PROSESI NYONGKOLAN SUKU LOMBOK
Sebagai masyarakat yang memiliki budaya, dalam tradisi sehari – hari, masyarakat yang ada di Lombok khususnya suku sasak memiliki sebuah tradisi yang unik yakni Tradisi Nyongkolan. Nyongkolan sendiri berasal dari kata “songkol” yang berarti mendorong dari belakang atau biasa diartikan menggiring (mengiring). Nyongkolan adalah prosesi adat yang dijalankan apabila adanya proses pernikahan antara laki – laki dan perempuan di dalam suku Sasak Lombok. Biasanya nyongkolan dilakukan setela proses begawe (pesta perayaan setelah akad nikah), untuk waktu biasa ditentukan oleh kedua belah pihak. Saat pelaksanaan tradisi nyongkolan ini, pasangan pengantin didampingi oleh dedare- dedare dan tarune- tarune sasak, juga ditemani oleh parah tokoh agama, tokoh masyarakat, atau pemuka adat beserta sanak saudara berjalan mengiringi pengantin. Peserta perempuan dan laki- laki akan diiringi layaknya Raja dan Permaisuri menuju kediaman keluarga pihak pengantin perempuan.
Tujuan dari proses ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan dipihak mempelai laki – laki.Pada kalangan bangsawan urutan baris iring- iringan dan benda yang dibawanya memiliki aturan tertentu.
Namun ada satu hal yang mengundang banyak tanya khususnya dari dikalangan masyarakat biasa dengan adat sasak, yang dimana dalam prosesi adat nyongkolan ternyata masih ada perbedaan dari masyarakat khususnya kaum bangsawan. Ketika kaum bangsawan melaksanakan adat ini ada istilah “ bau acan”, dan jika masyarakat biasa yang melaksanakan acara tersebut tidak ada. Kemudian saat nyongkolan, ketika masyarakat tidak mengenakan pakaian adat, maka tidak dibolehkan masuk dalam iringan pengantin.
Kembangkan
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSemoga dengan adanya artikel ini, memberi jawaban yang benar atas anggapan² yang melenceng tentang Sasak.
BalasHapusSALAM BUDAYA !
Info yg bermanfaat di tunggu postingan selanjutnya👍
BalasHapussangat membantu para pembaca dari luar yang belum tau tentang sasak
BalasHapusSangat bermanfaat artikelnya
BalasHapusMaju terus SASAMBO!
BalasHapustetap mempertahankan budayanya
BalasHapusSuku Sasak memang kaya akan tradisi.
BalasHapusMemang tradisi yang bgus
BalasHapusjazakallah khir atas artikelnya, bagus
BalasHapusMantap sangat bermanfaat
BalasHapusBanyak Yang luput dari perhatian, mengenai proses-proses menuju nyongkolan Yang belum ditampilkan. Bagian pentingnya, bagaimana artikel ini menarik untuk dibaca. Semoga artikel selanjutnya bisa lebih lengkap Dan menarik. Salam Budaya.
BalasHapusBanyak Yang luput dari perhatian, mengenai proses-proses menuju nyongkolan Yang belum ditampilkan. Bagian pentingnya, bagaimana artikel ini menarik untuk dibaca. Semoga artikel selanjutnya bisa lebih lengkap Dan menarik. Salam Budaya.
BalasHapusSejak kapan tradisi ini berlangsung?
BalasHapus